SUARAPETANI.COM:MANDASTANA-KALSEL: Pemerintah mencabut 241 regulasi yang menghambat percepatan produksi pangan. Sementara untuk menjaga ketersediaan pangan nasional, lahan rawa akan dioptimalkan pemanfaatannya untuk pertanian.

Demikan disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam sambutannya pada acara puncak peringatan Hari Pangan Sedunia di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10).

Amran mengatakan pemerintah sudah menyusun berbagai regulasi. Bertujuan untuk memudahkan para petani Indonesia. Untuk itu Kementerian Pertanian telah mencabut sedikitnya 241 regulasi. Khususnya yang dinilai menghambat percepatan produksi
pangan.

“Semua regulasi yang menghambat kepentingan petani kita cabut.
Ada 241 regulasi pertanian yang dirasa menghambat produksi petani telah
dicabut,” sebutnya.

Salah satu regulasi yang dimaksud Amran yakni mengubah sistem tender menjadi penunjukan langsung atau e-catalog. Menurutnya, dengan perubahan regulasi ini bantuan dapat diturunkan ke petani secara cepat dan tepat sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Penataan regulasi bertujuan menjadikan petani sejahtera.

Dalam sambutannya juga Amran menyebut potensi lahan rawa di Kalsel bisa menjadi solusi ketersediaan pangan saat lahan di daerah lain
kering.

“Indonesia termasuk Kalsel dianugerahi banyak keistimewaan. Saat
di daerah lain kering, disini masih banyak lahan yang bisa digunakan yaitu lahan rawa,” ungkapnya.

Pemerintah menilai keberlanjutan pemanfaatan lahan rawa harus dilakukan agar keberlangsungan pangan di Indonesia terjaga.