Hasil panen pisang tanduk pun terlihat 'meraksasa'

Terlihat tanaman tampak meraksasa, bongsor, daun melebar, batang kokoh serta akar yang kuat. 

SUARAPETANI.COM. BOGOR. Di atas lahan seluas 6000 m2 di Bogor yang letaknya tidak jauh dari dari rumah kediaman Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas Bogor, tampak beberapa orang berpakaian warepark dan bersepatu laras sibuk merawat kebun.

Disisi barat terdapat guludan-guludan tanah yang ditanami tanaman jagung, singkong gajah, beberapa jenis tanaman hortikultura, tanaman obat, juga tanaman langka.

Di sudut belakang, berdiri bangunan permanen kokoh dengan tulisan tegas: Area Dilarang Merokok. Disitulah produksi pupuk Dinosaurus dibuat berkapasitas 150 ribu liter.

Pupuk Dinosaurus termasuk pupuk hayati cair (POC). Pupuk yang bikin geger belakangan ini awalnya dikenal di Flores Nusa Tenggara Timur karena terbukti membuat tanaman menjadi bongsor, gemuk dan tampak meraksasa.

Formulasi pupuk ini ia didapatkan saat berkunjung ke Negekeo Flores NTT. Disana bertemu dengan Imam Umat Katolik yang bersahaja dan dekat dengan petani. Namanya Romo Frans Talinau Doy.

Dari ceritanya, Romo Frans dibantu salah seorang jemaatnya, yang peneliti mikrobia. Butuh empat tahun lamanya untuk dapatkan formulasi pupuk organik cair hasil olahan berkualitas tinggi berbahan organik yang ada di NTT.

Ujicoba dilakukan di kelompok tani padi Kecamatan Maupongo Kabupaten Negekeo Flores. Hasilnya rerata petani mendapatkan 11 ton per hektar dari yang biasanya maksimal 7 ton per hektar.

Setelah berbincang dan sepakat dengan Romo Frans, beliau menyerahkan formulanya untuk diproduksi secara masal. Harapannya pupuk ini bukan hanya untuk petani di Flores saja, tetapi juga meluas ke daerah lain.

Formulasi digjaya asal Flores itu dibawa ke Cikeas. Adalah Freddy Wijaya CEO PT Pramudita Darya Parma, produsen pupuk Dinosaurus, yang membawa ke Cikeas sekaligus membangun “Kandang Pembiakan Dinosaurus’ yang dinamakan Dinosaurus Research & Production Unit.

Bagi saya, sela Freddy, petani di NTT berhasil panen padi sebanyak 11 ton sudah termasuk luar biasa. Hasil panen itu termasuk tinggi. Terlihat tanaman tampak bongsor, daun melebar, batang kokoh serta akar yang kuat.

“Atas dasar penampakan fisiologis itulah pupuk ini dinamakan Dinosaurus,”sambung Freddy kepada Suarapetani.com.

Sebagai pebisnis muda, berbagai upaya ia lakukan. Setelah mendapatkan ijin produksi dari Kementan tahun 2018, pupuk Dinosaurus langsung tancap gas. Jaringan pemasaran diperluas dengan strategi pemasaran konservatif dan inovatif digital.

Belum genap setahun, sejumlah permintaan dari daerah berdering di kantor pemasarannya di Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat, seperti dari Aceh, Padang, Lampung, Bogor, Bandung, Grobogan, Kediri, Minahasa Utara dan Gorontalo,” kata Freddy.

Untuk mengantisipasi ledakan permintaan, kami kini tengah membangun kembali Unit Produksi II dan III masing-masing berkapasitas 300 ribu liter.

Saat ditanya apa jurusnya hingga dalam setahun sudah banjir permintaan? Dengan santun Freddy menyatakan bahwa disamping rezeki dari Tuhan, juga harga kami 50% dibawah harga POC sejenis dengan kualitas di atas mereka.

“Kami tidak jadikan profit sebagai semata-mata sebagai tujuan. Semakin banyak petani pakai semakin baik agar hasil panen mereka berlimpah dan kami kecipratan berkahnya. Itu sesuai amanat Romo Frans sebelum beliau meninggal dunia di tahun 2018 lalu bahwa pupuk ini harganya tidak boleh mahal karena akan menjadi beban tambahan bagi petani,” ujar Freddy.

Pertanaman jagung manis di Dino Research Station Cikeas menunjukkan jagung yang diberi pupuk Dinosaurus tampak lebih tinggi (gambar kanan) ketimbang yang tidak diberi pupuk (gambar kiri)