Perusahaan pestisida yang menjajal peruntungan di bisnis benih jagung hibrida

Pemain gaek pestisida nasional yang didirikan oleh Tatang Bengardi tahun 1969 di Bogor Jabar, PT Agriculture Contraction Company Limited (Agricon), kini mulai merangsek bisnis benih jagung hibrida premium.

Tak tangung-tangung, meski perusahaan lokal, Agricon akan menjajal peruntungan dengan menggaet Limagrain, pesohor produsen benih Eropa terkemuka ketiga dunia.

Limagrain adalah perusahaan produsen benih asal Perancis ketiga terbesar di dunia setelah Monsanto dan DuPont Pioneer. Bermarkas di Saint Beauzire, Puy de  Dome, Prancis yang berdiri pada tahun 1965. 

"Meski kita pemain baru, tetapi kita sudah siapkan 4 varietas baru dari 2 varietas yang sudah siap dilepas ke petani
“Meski kita pemain baru, tetapi kita tengah siapkan 4 varietas unggulan lagi dari 2 varietas yang sudah dilepas ke petani

Menurut bisnis manager seed PT Agricon Danindra Manungku, benih jagungnya meski baru tetapi sudah tersedia di beberapa daerah seperti di Jatim, Sumsel, Sumut, Sulsel dan NTB. Varietas yang tersedia adalah LG 222 dan LG 501.

“LG 222 adalah varietas yang memiliki daya adaptasi yang luas. Warna biji cerah dan rendemen tinggi. Bisa di tanam di lahan sawah maupun tegalan. Tapi untuk pertumbuhan yang paling baik pada tanah tegalan,” paparnya kepada suarapetani.com.

Rata-rata produksi mampu menghasilkan panen 10 ton/hektar dengan potensi hasil bisa mencapai 12,7 ton/ha. “LG 222 ini termasuk varietas yang tahan bulai, dengan butir biji orange terang yang menandakan tinggi kadar nutrisinya,” pungkasnya.

Selain LG 222 yang jagoan di lahan sawah dan tegalan, kami juga telah menyiapkan varietas LG 501 yang tetap berproduksi tinggi di lahan dengan tingkat elevasi yang tinggi.

Meski sudah siap dengan dua varietas benih unggulan tadi, Agricon juga telah menyiapkan trial 9 varietas benih baru yang akan disiapkan kemudian. “Biasanya dari 9 varietas yang diujicobakan akan keluar 3-4 varietas baru untuk diproduksi masal,” jelas Danindra.