SUARAPETANI.COM. JAKARTA. Minister Counsellor for Economic and Commercial Affairs, Embassy of India V. Narayanan mengatakan program India Technical Cooperation (ITEC) pertama kali tahun 1964 bertujuan sebagai ajang berbagi pengalaman baik kisah sukses dari India untuk dibagikan ke negara sahabat. Dari Indonesia sendiri sudah 1.300 orang yang mengikuti program ini.

Program ini bertujuan untuk memahami berbagai metode yg diterapkan oleh pemerintah India dalam pembangunan perdesaan di India yang dimulai dari bawah, dengan menyaksikan langsung kisah sukses yang ada di desa.

“Nanti para peserta akan mengunjungi salah satu negara bagian, dimana ada kelompok pemberdayaan perempuan terbesar. Saya sangat berharap program ini membantu meningkatkan wawasan para peserta. Yang lebih penting lagi pertukaran yang terjadi, agar Kepala Desa yang pergi ke India dapat juga membagi yang ada di desanya sehingga kami juga dapat belajar dari desa-desa yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengatakan bahwa kegiatan Benchmarking diikuti oleh 40 peserta terdiri dari 34 laki laki dan 6 orang perempuan yang terdiri dari unsur Kepala Desa, Penggiat Desa, dan Pendamping Desa yang mewakili 29 Kabupaten di 17 Provinsi, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Selawesi Selatan dan Maluku Utara.

Pelatihan Benchmarking di Tiongkok dilaksanakan melalui kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok dan Kementerian Pertanian dan Perdesaan di Tiongkok. Peserta akan mengikuti pelatihan di 4 kota dimulai dari Beijing, Huzhou, Hangzhou, dan Shanghai. Pelatihan akan dilakukan selama 17 hari dari 3 – 18 September 2019, diikuti oleh 26 peserta dari desa dan didampingi oleh 4 pejabat dari Kemendesa serta 2 orang dari Kedutaan Tiongkok di Indonesia.

Sedangkan untuk pelatihan Benchmarking di India dilaksanakan melalui kerjasama dengan kedutaan Besar India di Indonesia dan India Technical Coperation (ITEC). Peserta yang akan mengikuti pelatihan sebanyak 14 orang dari desa dan 4 pejabat pendamping dari Kemendesa yang akan mengikuti pelatihan selama 14 hari yaitu dari tanggal 2 – 15 September 2019 di National Institute of Rural Development, Hyderabad.

“Kerjakan yang terbaik karena itu menentukan keberlanjutan program-program ke India,” ujarnya.

Tema-tema yang akan dipelajari di kedua negara tersebut yaitu kebijakan pembangunan desa, kebijakan pengentasan kemiskinan, pengembangan desa wisata (village tourism), pengembangan desa digital (e-village), kewirausahaan, pengolahan hasil produksi pertanian dan pertukaran budaya.

Format benchmarking yang dilakukan merupakan kombinasi antara pembelajaran dikelas, diskusi dan melihat langsung dilapangan serta melakukan interaksi dengan pelaku-pelaku pembangunan perdesaan di kedua negara.

Seluruh pembiayaan kegiatan benchmarking gelombang ke-2 ini bersumber dari pemerintah Tiongkok dan pemerintahan India. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada Kedutaan Besar Tiongkok dan India untuk Indonesia.

Benchmarking gelombang kedua ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi kepala desa, penggiat desa, dan pendamping desa dalam pengelolaan dan pembangunan desa, dan memunculkan inovasi-inovasi dalam pengelolaan dan pembangunan desa serta dapat membangun jaringan pengetahuan dan membuka pasar antar kepala desa, penggiat desa, dan pendamping desa dengan mitra luar negeri.