Anang Supriyanto (27). Menjadi petani dan selalu berhubungan dengan petani adalah kebahagian tersendiri baginya. "Hati tenang dan bisnis berkembang," tukasnya

“Menjadi Penangkar Benih Itu Sungguh Sangat Menyenangkan”

 

SUARAPETANI.COM, BLITAR. Lahir di Blitar Jawa Timur dari keluarga veteran pasangan Suyono dan Samiatun. Tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Otomotif itu, kini malah jadi Pebenih Termuda yang cukup disegani di daerahnya, Blitar Jatim.

Anak muda ini bernama Anang Suprianto (27). Meski bukan lahir dari keluarga petani dan berpendidikan formal pertanian, pria sumeh ini berhasil menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi penangkar benih padi inbrida yang profesional dan cukup disegani.

“Awalnya saya bekerja sebagai tenaga pemasaran di PT Berkah Tani Mukti, sebuah perusahaan distributor pestisida dan benih hortikultura merek Syngenta, Dow Agrosciences, Bayer, Agricon dan Panah Merah, untuk sebagian wilayah Jawa Timur,” terangnya.

Setelah target penjualan terlampaui, saya malah diminta pimpinan untuk pegang seluruh wilayah Jawa Timur kecuali Pacitan. “Nah dari sinilah, saya mulai terasa kok malah tambah berat ya?,” tambahnya.

Akhirnya, tahun 2014 saya resign dari perusahaan itu dan mulai serius menjajal peruntungan dengan buka usaha sendiri.

Pilihan utama menjadi penangkar benih padi. Mengapa? Kalau saya perhatikan menjadi penangkar itu sangat menyenangkan. Dan, saya amati juga di salah satu penangkar terbesar di Blitar, berapa pun stok benih yang ada digudangnya pasti habis terjual.

“Nah dari pengamatan kasat mata itu saya simpulkan bahwa usaha benih padi itu prospektif karena permintaannya besar,” katanya.

Pengalaman sebagai tenaga pemasar di perusahaan distibutor pestisida dan benih hortikultura, tentu tidaklah cukup. Anang perlu terus meng-upgrade keterampilan teknisnya di bidang penangkaran benih padi.

Sertifikat sebagai penangkar benih pun satu per satu Ia dapatkan baik dari Balai Pelatihan Perbenihan di Blitar, UPTP BPSB Jatim dan PLSP IPB3S.

IMG_7114
Petani mitra penangkar merupakan bagian terpenting bagi pebenih. Jaminan kualitas benih yang dihasilkan salah satunya atas dedikasi dan kejujuran petani mitra

Gebrakan awal, Ia baru mampu memproduksi benih padi varietas Ciherang sebanyak 4 ton. Kini di tahun 2017 Ia sudah mampu memproduksi bukan hanya Ciherang, tetapi juga Mekongga, Inpari 16, Inpari 33, Inpari 30, IR 64, Situ Bagendit, Logawa dan terakhir IPB3S.

“Tahun 2014 saya memulai dengan luasan satu hektar dengan satu petani. Kini sudah bisa lima hektar yang dikerjakan oleh lima petani. Jumlah tonasenya masih kecil mas, 40 ton benih dari kapasitas gudang 70 ton,” ujarnya

Bisnis benih itu bisnis kepercayaan. Seluruh proses dari mulai persiapan tanam hingga panen dan serangkaian uji saya sendiri yang menjadi tangani, tambah Anang.

IMG_7118
Trio Himalaya (Himalaya, Srikandi, Bimasena) yang menjadi pilihan premium bagi petani Pantura dan Jatim

Benih padi yang Ia beri merek dagang “Himalaya” ini termasuk populer digunakan petani di wilayah Pantura, termasuk wilayah Kepanjen Malang dan Tulungagung yang dekat dengan tempat produksinya, Blitar.

Konon, petani Pantura sangat mainded dengan benih padi asal daerah Blitar dan Banyuwangi. Menurut pengakuan petani Pantura, benih padi dari dua daerah tersebut terbukti berkualitas premium.

Mengapa benih padi asal Blitar tergolong premium? Menurut Anang, besar kemungkinan karena faktor alam dimana daerah Blitar terkenal subur karena dekat dengan gunung Kelud dan didukung oleh profil penangkarnya yang rata-rata well dedicated dan profesional.

“Jadi benih Himalaya bisa populer di Pantura salah satunya karena paradigma petaninya sendiri,” akunya merendah.

“Saya masih banyak belajar mas. Ada senior saya yang saya jadikan panutan hingga sekarang dan sama-sama berusaha sebagai pebenih padi di Blitar. Beliau sudah jauh lebih besar,” ujar Anang kepada SuaraPetani.com.

Meski pemain baru, Anang memberikan kepastian perihal kalau benih Himalaya terjamin bersih, bernas, dan seragam.

IMG_7112
Gudang tumpukan benih padi pada masa dormansi

“Sesuai mereknya Gunung Himalaya yang terkenal sebagai gunung tertinggi dan terpanjang di dunia sehingga diharapkan benih Himalaya akan menjadi benih padi yang tertinggi dalam hal kualitas dan terpanjang jaringan pemasarannya,” harap Anang yang baru saja melepas masa lajangnya.

“Petani itu profesi yang mulia. Terlalu mulia untuk dibuat main-main. Oleh karenanya benih Himalaya hadir sebagai mitra petani di dalam peningkatan produksi,” kata Anang diplomasi.

IMG_7117
Performa benih padi produksi Himalaya bernas dan menthes

Baca besok : Anang : Bagi Petani Muda Traktor, Transplanter dan Combine Harvester laksana BMW di Sawah. Keren!