big-6-perusahaan-agrokimia-genggam-bisnis-pangan

Enam perusahaan raksasa agrokimia yang terdiri dari Syngenta, Bayer, BASF, Dupont, Monsanto, dan Dow merupakan pentolan dari bisnis pangan yang menguasai pasar dunia.

‘BIG 6’ adalah sebutan ke-enam perusahaan itu merupakan perusahaan agrokimia yang mengontrol pasar benih, pestisida, dan bioteknologi di seluruh dunia. Mereka menggunakan kekuasaan mereka untuk memperluas produksi tanaman monokultur.

Baru- baru ini, serangkaian mega-merger dari enam perusahaan agrokimia, yang disebut sebagai ‘BIG 6’ dilakukan. Seperti yang terjadi dalam merger antara Dow Chemical dengan DuPont, dan akuisisi ChemChina untuk Syngenta keduanya telah dikaji oleh regulator.

Sementara yang terbaru adalah rencana merger antara Monsanto yang berbasis di St. Louis dan Bayer asal Jerman. Tetapi prosesnya belum mencapai kesepakatan final, dan dikabarkan Mosanto masih menolak tawaran Bayer yang mencapai RP 950 milyar.

Jika kesepakatan tercapai, merger antara Monsanto dan Bayer lebih lanjut lagi dapat meningkatkan harga dan mempersempit pilihan bagi petani.

Bahkan sebelum merger tersebut diumumkan, industri ini telah dipangkas menjadi hanya enam perusahaan besar saja. Industri tersebut telah mengontrol 60% dari benih komersial dan lebih dari 75% dari pasar agrokimia.

Saat ini, dari enam perusahaan dominan itu telah berkurang menjadi empat. Bila semua merger telah disetujui, maka kekuatan itu akan makin terkonsentrasi hanya dalam tiga korporasi raksasa di dunia.

Dari jumlah tersebut, tiga perusahaan, Monsanto, Dupont, dan Syngenta mengontrol 47 persen dari pasar benih milik seluruh dunia. Sementara itu, hanya biji rekayasa genetik milik Monsanto saja yang menyumbang 87% dari total luas dunia. Tepatnya berada di bawah tanaman rekayasa genetika pada tahun 2007.

Adakah Dampak Bagi Petani?

Dampak ekspansi global perusahaan ke dalam sistem makanan telah menghancurkan mata pencaharian petani, keanekaragaman hayati pertanian. Di banyak negara, beberapa tanaman rekayasa genetika mendominasi landscape pertanian, dan merugikan varietas genetik lokal yang menghilang dengan cepat.

BIG 6 membuat lebih sulit posisi petani kecil untuk berproduksi. Ratusan ribu petani telah meninggalkan pekerjaannya karena tidak mampu mengatasi utang yang dibawa oleh janji-janji yang gagal dari teknologi baru. yang didorong oleh perusahaan agrokimia.

Di India, lebih dari 200.000 petani bunuh diri untuk melarikan diri dari utang yang membebani dan kemiskinan.

The Big 6 telah secara serius merusak Hak hidup petani, khususnya petani perempuan dengan trumping. Karena mereka menumbuhkan dan meningkatkan benih untuk kelangsungan keluarga mereka serta masyarakat lokal sesuai tradisi leluhurnya.