Ngantang. Suarapetani.Com. Minum kopi bagi masyarakat Ngantang Kabupaten Malang Jawa Timur sudah menjadi tradisi fardhu ain alias wajib saat bercengkrama dan kongkow sambil bahas banyak hal di teras ruah atau di warung-warung kecil.

Sebagian besar masyarakat Ngantang adalah petani kopi dan sebagian besar menanam jenis kopi varietas Robusta.

Robusta berasal dari kata ‘robust’ yang artinya kuat, sesuai dengan gambaran postur (body) atau tingkat kekentalannya yang kuat. Kopi robusta bukan merupakan varietas tunggal karena jenis ini turunan dari varietas Coffea cannephora.

Yudiono (35) petani kopi Robusta yang menanam kopi di lahan perhutani. Di kampungnya, nama Yudi (panggilan akrabnya) dikenal sebagai peracik kopi anti virus Corona.

Pemuda jebolan Snakma Malang yang asli kelahiran Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang itu saat ditemui reporter Suarapetani.com menyampaikan dengan lugas bahwa racikan kopi anti virus Corona besutannya berkategori kopi luwak.

Kopi jenis ini telah lebih dahulu diproses melalui fermentasi singkat di dalam pencernaan hewan Luwak (Paradoxurus hermaphroditus).

“Enzim-enzim pada saluran pencernaan hewan Luwak itu mampu menghasilkan kopi dengan citarasa dan aroma khas, ” jelasnya

“Kopi robusta dari hasil fermentasi tadi dicampur dengan bahan quenine herbal dimana unsur senyawa quinolinenya berkhasiatnya menyerupai  obat kimiawi Chloroquine yang mampu menahan perkembangan virus Covid19 di dalam tubuh,” ungkapnya

“Kopi yang diramu ini dinamai Blend Quenine karena sudah tersatukan antara fermentasi dari hewan Luwak dan herbal quinine sehingga diyakini bukan hanya menyehatkan tetapi juga mampu meningkatkan imunitas bagi yang mengkonsumsinya,” pungkasnya.

Siapa mau coba? Silahkan kontak redaksi dan siap hantarkan hingga ke siempunya kopi yang bertempat tinggal asri di lereng gunung. (JDC)