Bado (65) ketua kelompok tani asal Desa Labbae Ajangale Bone yang akan menangkan suara di Desanya untuk Presiden Joko Widodo agar dapat kembali memimpin Indonesia untuk Kedua kalinya

“dana desa hanya ada di jaman presiden joko widodo. itu bukti presiden pikirkan nasib petani di pelosok desa”.

SUARAPETANI.COM. GOWA. Denyut gempita pesta demokrasi 2019 mulai terasa hingga ke sawah dan ladang petani nun jauh dari pusat kota. Suara petani dalam Pilpres 2019 kali ini menjadi “rebutan” dari para pasangan capres cawapres.

Mahfum. 60% masyarakat Indonesia bertempat tinggal di pedesaan yang biasanya berbasis agraris. Apalagi masalah ketahanan pangan hingga kini menjadi ukuran keberhasilan prestasi pemerintah di bidang pangan, meski belakangan kontroversi.

Adalah lelaki tua bernama Bado (65) petani padi dan jagung asal Desa Lebbae dua Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Ia adalah ketua kelompok tani dengan anggota tani sebanyak 60 KK.

Desa Lebbae itu berjarak 10 km dari kota Kecamatan, sejauh 54 km jalan darat dari ibu kota Kabupaten (Watampone) dan 185 km dari ibu kota provinsi Sulawesi Selatan (Makassar). Dengan luas wilayah 12,5 km2, daerah ini memang dikenal sebagai penghasil komoditas perkebunan dan persawahan.

Menurut dia, masyarakat di desanya bisa dipastikan mayoritas bakal memilih pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Pasalnya, selama ini warga di desanya merasakan perhatian yang besar dari Presiden Jokowi untuk meningkatkan taraf kehidupan petani.

Sebut saja seperti Dana Desa yang diterima di kampungnya sangat bermanfaat untuk perbaikan sarana dan prasarana dan membangun kegiatan ekonomi lainnya.

“Kami yang hidup di dusun itu benar-benar merasa diperhatikan pemerintah pusat, karena Dana Desa itu menggunakan anggaran pusat. Dan itu hanya ada di eranya Pak Jokowi loh,” terangnya.

“Jadi wajar jika kami bertekad menangkan suara untuk Pak Joko Widodo di Desanya agar kembali dapat menjabat Presiden untuk kali kedua,” tandasnya saat ditemui suarapetani.com dalam peluncuran benih jagung hibrida P36 yang diklaim produsen varietas cepat panen, hasil tinggi dan tahan bulai (8/11).