Derita Petani Aceh Utara (2): Terhempas diantara Deru Megaproyek
SUARAPETANI.COM, JAKARTA — Jembatan Buket Jengkol di Pedalaman Aceh Utara, tepatnya di Kecamatan Paya Bakong yang menghubungkan empat desa penghasil produk pertanian utama, kondisinya rusak parah.
Samsulni (30) Pemuda Asal Desa Peureupok dan di dapuk menjadi Ketua Pemuda Penggerak Renovasi Jembatan Buket Jengkol Aceh Utara
Samsulni (30) Pemuda Asal Desa Peurupok yang di dapuk menjadi Ketua Pemuda Penggerak Renovasi Jembatan Buket Jengkol Aceh Utara

“Sudah 12 tahun ini jembatan ini dibiarkan hancur dan tidak diperhatikan oleh Pemkab Aceh Utara,” jelas Samsulni (30) pemuda asli Desa Peurupok yang juga Ketua Pemuda Penggerak Renovasi Jembatan Buket Jengkol.

Dari hasil pantauan Suara Petani, jembatan itu menjadi sarana penghubung primer bagi Desa Pucok Alue, Desa Cot Tufah, Desa Hasan Seleumak (Alue Bay) dan Desa Peurupok.
Hasil bumi yang terkenal dari desa-desa ini secara turun temurun adalah komoditas Kakao, Pinang, Pisang, Rambutan, Sawit, Cabe, Jagung, Kedele, Kacang Tanah, Kunyit, dan Jahe.
Abdullah (30) Kepala Desa Peureupok saat memantau kondisi jembatan terakhir yang semakin rusak parah
Abdullah (30) Kepala Desa Peurupok saat memantau kondisi jembatan terakhir yang semakin rusak parah

Kondisi itu diamini pula oleh Kepala Desa Peureupok, Abdullah (39 tahun). Menurutnya, sudah banyak upaya dari masyarakat desa untuk memperbaiki jembatan yang vital ini. Tetapi, karena minimnya dana, tak lama setelah diperbaiki, kondisi kembali jembatan kembali rusak parah.

Dalam wawancara melalui telepon seluler kepada suara petani, “Rembo” nama inisial ex kombatan GAM yang saat konflik Aceh menjabat sebagai Panglima Sagoe Wilayah II Pasai, menyatakan bahwa perbaikan jembatan ini dalam waktu cepat sudah¬†sangat dinantikan oleh masyarakat, terlebih masyarakat tani.

Menunggu perbaikan hingga 12 tahun bukan waktu yang singkat. Apalagi kini banyak eks kombatan, sudah kembali bertani.

Agar terealisasi cepat, tambah Rembo, kami mendukung inisiatif Samsulni sekaligus kita dapuk menjadi Ketua Pemuda Penggerak Renovasi Jembatan Buket Jengkol.

“Jadi jika ada yang ganggu-ganggu dia untuk merealisasikan renovasi jembatan ini akan berhadapan dengan kami,” tandas Rembo berapi-api.

Sebagai langkah awal, Samsulni telah menghubungi Komisi B DPRK Tengku Murhaban tentang alasan mengapa perbaikan jembatan Buket Jengkol tidak masuk dalam bahasan Musrembang.

IMG_5362“Ini sungguh menyedihkan. Kok bisa Parlemen tidak perduli? Jangan lah sampai ada jatuh korban baru diperhatikan karena banyak siswa yang pulang pergi ke sekolah melintasi jembatan itu, juga para petani yang angkut hasil pertanian dengan sepeda motor yang pernah ada yang terpelosok jatuh ke kali,” jelas Samsulni.
IMG_5314
Agar diperhatikan Pemerintah, minggu lalu para siswa kibarkan bendera merah putih melintasi jembatan itu sebagai isyarat agar jembatan segera dapat diperbaiki. “Jangan mentang-mentang kami tinggal di pelosok, sehingga kami dibiarkan sendiri seperti anak tiri di republik ini,” tandas Samsulni.
Besar harapan masyarakat desa, aparat TNI AD dapat turut berjibaku memperbaiki jembatan Buket Jengkol ini. “Biasanya kalau TNI AD yang turun, jembatan cepat diperbaiki,” harap Samsulni.
IMG_5263