penyuluh kontrak
Rapat audiensi penyuluh THL-TBPP di ruang rapat Catur Graha Gedung D Kementan yang hasilnya mengecewakan. "Kami hanya di PHP-in sama Kementan'" jelas Wawan Sugiharto THL-TBPP asal Indramayu

SUARAPETANI.COM. JAKARTA. Tiga puluhan penyuluh kontrak pertanian yang biasa disebut THL TBPP (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian) dari berbagai daerah tampak berkerumun di Wisma Peternakan Ragunan Kementerian Pertanian RI, Senin (13/8).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh suarapetani.com, sehari sebelumnya terdengar isu akan adanya mobilisasi ribuan THL-TBPP ke Kementan. Tak pelak, esok harinya di Gedung tempat harapan jutaan petani itu tampak kendaraan Dalmas dan aparat kepolisian lalu lalang.

Namun apa lacur? Puluhan (bukan ribuan seperti yang diisukan) penyuluh kontrak tampak keluar dari Wisma Peternakan Kementan yang lokasinya tepat berseberangan dengan Gedung kementan menuju Gedung D.

Mereka berjalan kaki berjejer rapih dengan pakaian seperti pada umumnya pegawai tanpa embel-embel orasi apalagi berpotensi destruksi.

Menurut Wawan Sugiharto (43) THL-TBPP dengan wilayah binaan Indramayu Jawa Barat puluhan para penyuluh pertanian lapangan ini bukanlah aksi demostrasi. Mereka beraudiensi dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk menanyakan langkah kongkrit dari Kementan sehubungan dengan tuntutan mereka yang dijanjikan PNS melalui jalur khusus Keppres.

Audiensi dilaksanakan di lantai 6 ruang rapat Catur Graha Gedung D Kementan. Mereka diterima oleh Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh) Siti Munifah Abubakar dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Abdul Halim. Bahkan tampak mengikuti rapat, perwira kepolisian yang diduga dari Mapolres Jakarta Selatan.

Pertemuan tertutup itu berlangsung hangat. Para penyuluh THL TBPP yang secara formal merupakan bagian dari Kementerian Pertanian tampak kecewa, karena BPPSDMP masih bersikukuh memasukkan penyuluh usia di atas 35 tahun ke dalam program PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

“Pernyataan Kapusluh itu sama dengan mengkhianati janji Menteri Pertanian yang selalu menyatakan di lapangan bahwa para penyuluh akan diperjuangkan menjadi PNS,” jelasnya.

Usai pertemuan dengan BPPSDMP, perwakilan penyuluh bergerak ke Istana Kepresidenan. Di Istana, perwakilan penyuluh di terima oleh staf Setneg yang menjanjikan akan meneruskan permohonan para penyuluh pertanian ke instansi terkait, termasuk ke KSP.

“Kami jengah di PHP-in (pemberi harapan palsu-red) Kementan. Saatnya kami bergerak ke jantung republik melalui pintu Istana untuk bertemu dengan Presiden,” katanya bersemangat.

Sampai berita ini ditulis Kepala BPPSDMP Momon Rusmono sulit dihubungi

“Kami akan lakukan upaya apapun untuk menuntut hak kami, termasuk ke Istana Kepresidenan,” tegas Wawan Sugiharto didampingi sejumlah penyuluh