SUARAPETANI.COM – Karawang: Kondisi cuaca ektrem mengakibatkan musim tanam bergeser. Akibatnya kebutuhan pupuk petani di akhir tahun, khususnya Desember 2018 hingga Januari 2019 meningkat. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pupuk ini, Dinas Pertanian Karawang dan PT Pupuk Kujang sudah membahas antisipasi jauh-jauhhari.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Hanafi menyebutkan, perubahan cuaca dari informasi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi acuan. Berdasarkan prakiran cuaca yang dikeluarkan BMKG sudah disebutkan adanya perubahan iklim yang cukup ektrem. Akibatnya musim tanam turut bergerser.

“Jadi karena memang faktor cuaca, ada keterlambatan musim tanam. Sehingga kebutuhan pupuk meningkat di akhir tahun,” kata Hanafi kepada wartawan, Rabu (26/12/2018).

Hanafi memastikan kebutuhan pupuk petani di lapangan saat ini terdistribusi dengan baik. Sebab antisipasi sudah dilakukan. Distribusi pupuk masih normal. “Belum ada petani kekurangan pupuk,” katanya.

Terkait ini, Direktur Komersil PT Pupuk Kujang, Rita Widayati menyatakan stok pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan musim tanam di wilayah Jawa Barat -Banten aman hingga awal tahun 2019.

Stok urea untuk Jawa Barat dan Banten mencapai 119.178 ton atau 172% dari ketentuan sebesar 52.125 ton. Untuk NPK, stoknya mencapai 47.047 ton atau hampir tiga kali lipat dari ketentuan sebesar 11.390 ton. Sedangkan pupuk organik, stoknya mencapai 10.717 ton atau 173% dari ketentuan sebesar 6.164 ton.

Khusus di Karawang, Rita mengatakan Karawang stok pupuk urea saat ini mencapao 5.381 ton atau 107% dari ketentuan sebesar 5.024 ton. Sedangkan stok pupuk NPK sebanyak 22.377 ton dan 728 ton pupuk organik.

“Bahkan penyerapan saat ini untuk Jabar-Banten sampai dengan 19 Desember 2018, mencapai 524.588 ton. Jumlah itu setara dengan 84 % dibandingkan kebutuhan Dinas Pertanian sebanyak 621.700 ton,” katanya.

Rita menegaskan Pupuk Kujang memiliki prinsip pupuk bisa sampai ke tangan petani dengan prinsip 6T (Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, Tepat Waktu). “Kami berharap dengan komitmen bersama ini,untuk mengedepankan kepentingan petani, dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di daerah Jawa Barat & Banten,” tegas Rita. (*)