Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Bagi anggota TNI kalimat itu sudah menjadi platform baku. Tak pelak, di kesetiap aktivitasnya, para tentara selalu saja kedapatan tengah berbaris, berlari dan berlatih agar tubuhnya selalu bugar.

Pemenuhan gizi atas giat fisik yang tergolong berat bagi para anggota TNI tentu saja menjadi perhatian khusus. Terlebih jika sedang bertugas di pulau terluar atau di daerah-daerah perbatasan, tentu pangan alternatif menjadi keharusan yang musti dipenuhi. Dan tanaman kelor adalah salah satu jawaban atas permasalahan itu.

Bertemu dengan kelompok tani untuk perluasan jumlah tanaman kelor di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Belu
Bertemu dengan kelompok tani untuk perluasan jumlah tanaman kelor di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur

Adalah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Panglima TNI yang saat itu masih menjabat sebagai KASAD yang memerintahkan anggotanya agar membantu kelompok tani untuk menanam kelor dalam skala yang luas.

Dipilihlah Kupang karena dari sisi wilayah dan aklimatisasinya sangat cocok. Bahkan konon hasil panen kelor NTT terbaik di dunia.

Menurut Guntur Setiyadi Muhammad Chairman PT Moringa Organik Indonesia yang hadir bersama rombongan Jenderal Gatot Nurmantyo didampingi Pangdam IX/Udayana saat itu (yang sekarang menjabat sebagai Waka BIN) Mayjen TNI Torry Johar Banguntoro, saat kunjungan ke Kupang NTT tahun 2015 lalu, mengatakan bahwa masyarakat NTT pada umumnya sudah familier bertanam kelor.

“Dari awalnya 300 hektar di tahun 2015, dua tahun kemudian sudah mencapai 1.100 hektar luasnya. Semua biji kelor yang akan ditanam kita yang drop dan hasilnya juga semua kita yang beli agar ada kepastian pasar,” jelas Guntur

Yang menjadi concern mengapa kita getol mengembangkan kelor, karena di daerah perbatasan NTT banyak sekali dijumpai kasus malnutrisi. Daerah yang gersang dengan curah hujan yang rendah membuat masyarakat di daerah tersebut tak banyak memiliki alternatif pangan. “Nah dengan tanaman kelor inilah asupan gizi masyarakat dapat terpenuhi sekaligus mendatangkan rupiah sebagai mata pencaharian tambahan,” sambung Guntur.

Bahkan, tambahnya, dari tanaman perdu ajaib ini telah banyak menjadi menu wajib harian bagi tentara di perbatasan untuk pemenuhan gizi dan stamina fisiknya, termasuk peningkatan taraf hidup anggota.

“Jadi tak heran jika di perbatasan ada guyonan diantara para anggota TNI yang berpredikat sebagai ‘Mayor Kelor’ bahkan ‘Jenderal Kelor’. Maksudnya, berkat tanaman kelor ada yang berhasil menjadi Mayor bahkan Jenderal,” tandas Guntur lagi.

Tampak tim leader Moringa Organik Indonesia mendampingi Jenderal Gatot saat kunjungan dinas ke Provinsi NTT
Tampak tim leader Moringa Organik Indonesia mendampingi Jenderal Gatot Nurmantyo saat kunjungan dinas ke Provinsi NTT