Guntur Setiyadi Muhammad Chairman PT Moringa Organik Indonesia.
Guntur Setiyadi Muhammad Chairman PT Moringa Organik Indonesia.

Kampanye kami : Tanamlah kelor, bukan beli lah kelor!

Mas Guntur. Begitu sapaan akrabnya. Orangnya nyentrik, nyeleneh, tampil apa adanya dan tidak meledak-ledak.

Saat ditemui suara petani di rumahnya yang asri dan bergaya ‘Jawais-Joglo’, pria asal Klaten Jateng itu, menerima kami dengan hangat.

Perjuangan untuk mendapatkan produk kelor yang kita produksi diakui di tingkat nasional bahkan dunia, bukanlah perjalanan yang singkat dan mudah, jelasnya membuka percakapan

Diawali sekitar tahun 2007. Kita mulai tanam dikit-dikit. Mulai berani tanam dalam jumlah besar saat bekerjasama dengan Pangdam V/Brawijaya Mayjen Suwarno S.IP, MSc, Pangdam V/Brawijaya periode 2008-2010.

Lahan yang kita garap berada di Madura seluas 500 hektar. “Dari lahan seluas ini kita banyak belajar. Ternyata tidak mudah menjaga kualitas kelor/moringa agar saat panen kelor tetap berkualitas premium.

Kami telah banyak gonta ganti mesin pengolah hasil panen, mesin pengering bahkan sampai karyawan. Akhirnya kami merakit sendiri mesin pengolahnya

“Perjuangan yang panjang, karena kelor ini butuh penanganan khusus. Jika salah, rusak sudah nutrisi yang menjadi keajaiban tanaman perdu asal India ini,” papar Guntur.

Baru 5-6 tahun kemudian kami berhasil menemukan formula yang tepat untuk memproses hasil panen agar tetap berkualitas tinggi, karena tujuan kita adalah ekspor, sambungnya.

“Untungnya kami ada bisnis lain yang dapat menopang pembiayaan atas kejadian trial and error di lapangan. Jumlah nominalnya tentu saja tidak sedikit,” katanya buka-bukaan.

Jadi praktis, kita berbisnis kelor ini sekitar 1-2 tahun belakangan ini, tambahnya.

Saat KASAD dijabat oleh Jenderal Gatot Nurmantyo mulailah kita ekspansi tanam besar-besaran dengan melibatkan TNI AD dan masyarakat tani. “Luas yang awalnya 300 hektar kini sudah mencapai luasan 1.100 hektar di provinsi Nusa Tenggara Timur,” jelasnya

Namun, meski sudah berbisnis, ruh dari pengembangan kelor ini tidak bergeser sesentipun. Kita mengembangkan tanaman kelor sesungguhnya untuk berperan serta kepada negara di dalam mengatasi malnutrisi, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan dan berlahan marginal.

Kami membentuk Kelorina. Melalui Kelorina yang merupakan gerakan sosial swadaya masyarakat untuk menyebarkan informasi tentang manfaat, khasiat dan penggunaan tanaman kelor di dalam dalam mengatasi malnutrisi (kekurangan gizi) bagi anak-anak usia dini dan ibu-ibu hamil atau menyusui di desa-desa tertinggal, khususnya desa-desa di sekitar kawasan hutan.

Inisiatif dari gerakan sosial ini dimotori oleh Dudi Krisnadi, Ketua Umum TADINA (Taruna Desa Hutan Indonesia) dan Pendiri LSM KOJATAMA (Kelompok Kerja Tani Mandiri).

IMG_5093
Produk Kelor Premium Serbuk

Untuk keperluan bisnis, Guntur membentuk perusahaan PT Moringa Organik Indonesia. Produknya bukan melulu ektrak kelor tetapi sudah berhasil membuat derivat lainnya yang lebih modern, seperti moringa massage oil, kelorina seed oil, biji kelor matang pohon, kapsul kelor hingga serbuk daun kelor premium.

2017_01_12_IMG_2891
Produk Kelor Kapsul

Produk-produk ekstraksi yang diberi merek Royal Moringa itu sudah di ekspor ke China, Jepang, Amerika, Kanada, Arab, India dan Mesir.

“Tonase ekspor masih 3-5 ton per tahun. Namun yang membahagiakan, produk kami sudah mendapatkan 43 sertifikat organik internasional di masing-masing negara tujuan ekspor,” aku Guntur.

2017_01_12_IMG_2890
Produk Kelor Massage Oil

Kelor asal Indonesia dinilai paling bagus. Paling lengkap. Dan itu dinyatakan secara terbuka dalam Kongres Kelor Dunia tahun lalu di Philipina. “Setiap ada acara kelor dunia pasti kami yang mewakili,” tukasnya

Untuk memproduksi 3-5 ton ekstrak kelor per tahun melibatkan berapa petani binaan mas?,” tanya suara petani

“Oh. tidak. Kami tidak punya petani binaan. Yang ada petani mitra. Sampai saat ini yang menjadi petani mitra 2500 – 3000 petani. Sementara pabrik kami ada di Blora Jateng dan di Malang Jatim,” tutup Guntur menandaskan.

Jika masyarakat ingin tahu banyak tentang apa dan bagaimana tanaman moringa ini beserta khasiatnya, silahkan klik di www.kelorina.com, tutupnya