“Teknologi itu diciptakan untuk memudahkan manusia, termasuk mengoptimalkan pelayanan publik”

Era teknologi informasi saat ini seakan satukan dunia. Tak ada batas negara, apalagi daerah yang sulit dijangkau sepanjang tersedia jaringan internet. Semuanya tersaji hanya dengan menggerakkan jemari pada sebuah telepon cerdas yang dikenal dengan nama smartphone atau gawai.

Sebagai Master Teknik (M.Eng) jebolan University of New South Wales Australia (UNSW), M. Nasri Abdul Wahid Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, tidak perlu menunggu waktu lama untuk menggunakan teknologi IT di dalam membantu tugas-tugasnya.

“Saya melihat negara ini kan berbasis agraris yang berkepulauan. Berarti banyak daerah yang sebenarnya dapat dipermudah jangkauannya dengan teknologi IT. Namun sayangnya, pengembangan jaringan internet masih terpusat di perkotaan bukan di bangun di bibir pantai dan pedesaan, sehingga daerah yang jauh dari kota tetap saja terbelakang,” jelasnya.

Meski begitu, Kadis kelahiran Blitar yang gila kerja cepat itu tidaklah patah semangat. Sesaat setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan di tahun 2017 ini, Ia langsung tancap gas.

Hasilnya ? Membanggakan. Ia berhasil menciptakan aplikasi android berbasis opensource Linux yang dapat diakses petani melalui google play khusus untuk menangani Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang selama ini menjadi momok petani di dalam peningkatan produksi.

IMG_6475
Kepala Dinas Pertanian Ir. M. Nasri Abdul Wahid M.Eng.Sc tampak getol mengedukasi BRILIAN di hadapan petani Kakao Poktan Sari Bumi II saat Sekolah Lapang Kakao di Desa Balesari Kecamatan Ngajum Kebupaten Malang

“Aplikasi itu saya namakan : Si BRILIAN (Sistem Informasi Brigade Perlindungan Tanaman) yang masuk dalam Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP),” ujar Kadis yang sarjananya S1 nya diselesaikan di ITS tahun 1985 itu.

Aplikasi BRILIAN ini, sambungnya, sangat mudah diterapkan di lapangan, tentu saja dengan pendampingan. Petani atau ketua kelompok tani hanya cukup mengunduh dan mendapatkan username.

Setelah mendapatkan username dari Dinas, petani hanya cukup mengisi form data teknis yang sudah tersedia pada aplikasi tersebut melalui gawai androidnya, disertai foto tanaman yang terserang OPT.

Jika semua data sudah diinput, termasuk riwayat jenis pestisida yang pernah digunakan, petani tinggal tekan kirim saja dari smartphonenya dan otomatis akan masuk ke server BRILIAN yang dipersiapkan secara online 24 jam.

Atas dasar laporan tersebut, petugas piket akan berkoordinasi untuk menentukan langkah-langkah yang akan ditempuh, sehingga saat di lapangan, petugas sudah siap tentang apa yang seharusnya dilakukan agar serangan OPT itu dapat segera ditumpas habis.

IMG_6469
Tugasnya pemerintah itu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan cara datang langsung dan dengarkan. Dengan begitu, kebijakan pemerintah menjadi tepat sasaran dan akurat

Masalahnya, tambah Kadis, di beberapa desa memang masih sulit terjangkau jaringan internet. Juga masyarakat petani belum terbiasa menggunakan smartphone.

“Lha wong mereka masih banyak yang pakai HP generasi satu yang cuma bisa untuk bicara dan sms,” kekeh Kadis lagi.

Meski begitu, apakah Kadis menyerah? “Oh Tidak!,” jawabnya tangkas.

“Kita tengah siapkan mobil unit bergerak BRILIAN yang difasilitasi wifi untuk keliling desa. Petani harus terus kita edukasi untuk piawai menggunakan smartphone, terutama ketua kelompok taninya. Itu wujud kita mencintai petani dan berharap petani kita maju bukan malah dibiarkan gaptek,” tukasnya.

Aplikasi BRILIAN adalah inovasi IT yang diciptakan untuk memberikan pelayanan terbaik dan tercepat atas apa yang dihadapi oleh petani khususnya di dalam mengatasi masalah OPT.

“Insya Allah akhir bulan April ini, kami akan melakukan Gerakan Pengendalian Dini Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) UKPP Si BRILIAN,” ujar Kadis semangat.

Harapannya, tambah Kadis, melalui “Si BRILIAN”, seluruh petani di wilayah Kabupaten Malang bukan saja melek teknologi smartphone, tetapi juga cepat mendapatkan pelayanan pengendalian OPT dari Dinas Pertanian, sehingga dampak serangan dari OPT dapat dikurangi yang pada akhirnya menekan kerugian petani akibat gagal panen.

IMG_6749
Si BRILIAN (Sistem Informasi Brigade Perlindungan Tanaman)

Wah.. jika aplikasi BRILIAN ini dapat digunakan pula oleh Dinas Pertanian se Indonesia tentu akan menjadi Gerakan Nasional Pengendalian Dini OPT yang dahsyat pengaruhnya.

Bagaimana Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Ditjen Tanaman Pangan Kementan? Apakah Tertarik? Ikuti pemberitaan selanjutnya di SuaraPetani.Com…