Gunawan, SPt. Penyuluh THL-TB yang sudah mengabdi 10 tahun di Dinas Pertanian Kabupaten Malang dan kini menjadi salah satu pemrakarsa Bengkel Tani yang melahirkan produk BeTa.

SUARAPETANI.COM, MALANG. Kabupaten Malang Jawa Timur Geger! Empat sekawan asal Malang dan berprofesi sebagai penyuluh kontrak itu berhasil ciptakan agen hayati yang terbukti berfungsi sebagai penyubur tanah, pupuk sekaligus sebagai ZPT.

Adalah Agus Basuki, Bentot Winoto, Gatot Setiawan dan Gunawan (ABG), penyuluh kontrak pertanian (THL-TB) di Dinas Pertanian Kabupaten Malang yang sudah mengabdi sebagai penyuluh satu dasawarsa lamanya, kini dapat bernafas lega.

Cita-citanya tidaklah muluk-muluk, seperti yang biasa didiskusikan oleh para cerdik pandai dan pensiunan pejabat. Mereka hanya ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar nyata membantu masyarakat tani yang setiap hari Ia gumuli.

Berdasarkan dari pengalaman lapangan dan ilmu praktis, maka keempat penyuluh itu mulai bereksperimen. Intinya, mereka harus dapat membuat produk yang dapat berfungsi sebagai penyubur struktur tanah, pupuk juga Zat Pengatur Tumbuh (ZPT).

Pusat Riset Dan Produksi Bengkel Tani di Kabupaten Malang. "Saat ini sudah mampu produksi 3000 liter," jelas Gunawan
Pusat Riset dan Produksi Bengkel Tani di Kabupaten Malang. “Saat ini sudah mampu produksi 3000 liter,” jelas Gunawan

“Melalui Bengkel Tani inilah kami lakukan banyak percobaan. Itu pusat riset dan produksi kita, termasuk kongkow diskusi dan menemukan solusi,” jelas Gunawan salah satu pemrakarsa yang juga alumnus Fapet Universitas Islam Malang.

Setelah mendapatkan formulasinya, langkah awal kita coba dilapangan dengan dibagikan gratis kepada petani. Hasilnya kita evaluasi kembali hingga mendapatkan formulasi yang paripurna, sambung Gunawan.

“Hasilnya alhamdulillah, produk yang kita namakan BeTa (Bengkel Tani-red) ini terbukti dapat tingkatkan produksi panen, baik itu padi, jagung, tanaman hortikultura hingga ke peternakan,” tukas Gunawan.

Saat ini, Bengkel Tani sudah mampu mensuplai 3000 liter BeTa ke masyarakat tani di Kabupaten Malang. “Biasanya jumlah sebesar itu akan habis dalam 1-2 bulan saja,” tandasnya.

Saat ditanya suarapetani.com tentang kandungan BeTa sehingga bisa menjadi hebat, dengan cepat Gunawan jabarkan resepnya bahwa BeTa memiliki kandungan lengkap lebih dari 10 jenis agen hayati, ribuan jenis mikroba probiotik, hormon lengkap, asam humat dan fulvat, nutrisi lengkap, makro dan mikro, sekaligus pestisida nabati.

Singkatnya, bahan baku dari BeTa semuanya local resources, hanya sebagian kecil kita ambil dari daerah lain seperti di Papua. Dari mulai akar-akaran, umbu-umbian, buah-buahan hingga sejumlah agen hayati, tangkas Gunawan.

Kunjugan kadis pertanian Kabupaten Malang Nasri M.Eng.Sc disampingi Mantri Tani dan Petani Horti. "Saya apresiasi inovasi para penyuluh kami," tegas Kadis
Kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang Nasri M.Eng.Sc (berbaju batik) disampingi Mantri Tani dan Petani Horti. “Saya apresiasi inovasi para penyuluh kami. Maju terus dan Dinas dukung,” tandas Kadis

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Malang Nasri, M.Eng.Sc. mengakui bahwa produk BeTa yang diproduksi oleh teman-teman penyuluh di Bengkel Tani memiliki banyak keunggulan. “Hasilnya bagus, panen meningkat, tanah subur, dan tahan penyakit,” jelas Kadis yang ahli IT itu.

Beberapa produk BeTa memang tengah kita uji di laboratorium agar komposisi kandungannya BeTa dapat diketahui secara ilmiah. Setelah itu akan kita bantu produk tersebut untuk mendapatkan sertifikasinya dari Kementan, tambah Kadis.

Komposisi kandungan BeTa
Komposisi kandungan BeTa

“BeTa memang lagi meledak di Malang pak. Hasil panen padi kami meningkat, tanah kembali subur dan penggunaan pestisida kimia turun drastis, ujar Murheri (40) petani horti Desa Dalisodo Wagir Malang.

BeTa juga bisa untuk mengusir tikus dan burung loh pak? Ah Masa ?!

Mau tahu? Tunggu edisi berikutnya…