H. Abdul Hamid Presiden Direktur PT Mulia Bintang Utama
Abdul Hamid, Presiden Direktur PT Mulia Bintang Utama produsen benih hortikultura dengan merek dagang Surya Mentari pada kamis pagi di rumahnya yang asri (12/1) berbagi ilmu tentang produk yang baru saja akan Ia kembangkan.
Benih horti lagi kah? tenyata bukan. Ia menceritakan tentang pupuk NPK yang diproses dengan teknologi Nano. Namanya Allwin Top.
NPK Teknologi Nano dengan N-Heterosiklik dijamin efektif, bernas dan menthes
NPK Teknologi Nano ini dengan N-Heterosiklik dijamin efektif, bernas dan menthes. Pilihan petani yang direkomendasi
Apanya yang hebat? Pupuk yang diproduksi di Negeri Para Dewa, India atas teknologi Idemitsu Kosan Group Japan ini masuk ke Indonesia dengan No ijin DEPTAN : P1455/DEPTAN-PPVTPP/II/2011.
Allwin terbukti efektif diserap tanaman “tanpa dikunyah”. Maksudnya efektifitas pupuk dengan teknologi nano ini menekan penghilangan pupuk akibat tercuci di tanah, hilang di udara dan faktor khemis lain.
Dampaknya, 4-6 hari setelah penggunaan Allwin Top daun menjadi lebih hijau yang berarti proses fotosentesin berjalan sempurna, daun bendera pada tanaman pafi tetap hijau hingga panen yang berarti juga proses pemasakan untuk menghasilkan bulir padi terproduksi secara baik sehingga padi “menthes”.
Ada yang lain? Tenang. Malai menjadi lebih panjang dan semuanya berisi. Anakan bungsu semulai ‘thukul’, less broken rice maksudnya patahan atau kerusakan beras sangat minim dan itu semua karena sistem perakaran berjumlah lebih banyak dan panjang.
Kenapa jadi sehebat itu? Ya karena Nitrogen berbentuk heterosiklik tersedia dan siap serap, menginduksi luas pertumbuhan akar, menyerap semua tersedia mineral dalam tanah, meningkatkan jumlah anakan/cabang, meningkatkan kandungan klorofil, meningkatkan pembentukan tumbuh jaringan dan terjamin yield meningkat hingga 15-25%
Bagaimana aplikasinya di lapangan?
Untuk sayuran 2g/l dapat dicampur air dan disemprotkan pada target tanaman. Pertama interval semprot harus diberikan untuk 15-20 hari setelah tanam/tanam, Interval dari pertama semprot semprot lain pada 25 hari.
Sementara untuk Kedelai, cukup 2g/l air dan disemprotkan pada kedelai 25th, 50th dan 70th hari setelah tanam.
Untuk padi ? “Di dalam mendukung program pemerintah untuk swasembada beras dan jagung, cukup berikan saja Allwin Top ini 400 gram per hektar. Ampuh ausah itu,” tukas Hamid sambil sesekali menyeruput kopi arabika khas Gayo..