PONTIANAK-SP: Program ketahanan pangan antisipasi pandemi Covid-19 melalui pemanfaatan lahan terbengkalai maupun pekarangan disikapi bijak oleh TNI AU. Sejumlah personel Pangkalan Udara (Lanud) Supadio di Pontianak mengikuti penyuluhan pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya di Pontianak, pada 14 Juli lalu.

Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama TNI (Marsma) Palito Sitorus menegaskan komitmennya untuk mendukung sekaligus sosialisasi ketahanan pangan pada personel TNI AU.

“Penyuluhan pertanian ini kita laksanakan untuk menambah pengetahuan dalam hal pertanian untuk lebih menggiatkan program ketahanan pangan, khususnya menghadapi pandemi Covid-19,” kata Marsma TNI Palito Sitorus saat membuka kegiatan penyuluhan tersebut.

Penyuluh Kubu Raya menegaskan bahwa program ketahanan pangan dapat dikembangkan menjadi hobi yang yang menyenangkan untuk dilakukan, apabila mengerti dan memahami teori serta praktik pertanian.

“Program ketahanan pangan melalui pertanian mandiri merupakan hal yang mudah untuk dikerjakan, karena dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan di pekarangan rumah,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (21/7)

Selanjutnya, kegiatan penyuluhan diisi pemaparan teori pertanian. Mulai dengan penjelasan jenis tanah, pemupukan, penanaman hingga perawatan tanaman yang baik dan benar, untuk mendapatkan hasil maksimal serta praktik menanam di polybag.

Kegiatan penyuluhan yang berlangsung edukatif menjadi lebih menarik lantaran pertanyaan dari personel TNI AU maupun para istri prajurit TNI AU yang tergabung pada PIA Ardhya Garini. Turut hadir Ketua PIA Ardhya Garini Lanud Supadio, Ny Imelda Palito Sitorus.

Instruksi Danlanud Supadio, Marsma TNI Palito Sitorus sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa program ketahanan pangan harus didukung semua pihak, bukan hanya tanggung jawab sektoral. Pangan adalah kebutuhan pokok manusia.

Hal itu digarisbawahi oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi tentang pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Pangan lokal sehat dan bergizi bisa didapat dari pekarangan, menghadapi pelemahan ekonomi dan dampak pandemi, jawabannya adalah pertanian.

“Apabila lahan pekarangan dikelola serius akan menambah pendapatan keluarga. Bisa dikonsumsi sendiri. Kelebihan hasil bisa dijual,” kata Dedi Nursyamsi.

Kiprah penyuluh Kubu Raya selaras seruan intensif Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP) Leli Nuryati bahwa penyuluh adalah ‘sumber inspirasi’ ketahanan pangan bukan hanya kepada petani, juga kepada seluruh kalangan masyarakat.

Kiprah prajurit TNI mendukung ketahanan pangan juga berlangsung di Provinsi Maluku Utara. Komando Distrik Militer (Kodim) 1508/Tobelo di Halmahera Utara menyediakan sebagian lahan markas Kodim untuk pertanian. Kegiatan dipimpin Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Raymond Sitanggang bersama warga dan penyuluh.

Sementara Kodim 1304/Gorontalo menggelar kegiatan percepatan tanam jagung bersama petani dan penyuluh. Tujuannya menyongsong musim kemarau di Provinsi Gorontalo sekaligus mendukung ketahanan pangan. (GF)