petani rumput laut indonesia

Lebih dari 13 ribu petani rumput laut Indonesia menggugat sebuah perusahaan Australia sebesar 200 juta dolar Amerika Serikat. Pasalnya, perusahaan Australia tersebut dianggap harus bertanggung jawab atas kebocoran minyak di pengeboran lepas pantai sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan pesisir.

Gugatan para petani rumput laut indonesia tersebut diajukan di pengadilan Sydney pada Rabu (2/8/2016).

Gugatan para petani rumput laut indonesia ini merupakan bagian dari perlawanan yang telah berlangsung selama tujuh tahun komunitas petani Laut Timor.

Menurut para petani, sejak insiden Montara pada 2009 Islam, kehidupan mereka berubah secara dramatis.

Sementara itu, pengacara korban yang membantu mengajukan gugatan sipil, Maurie Blackburt, mengatakan, bahwa operator kilang Montara PTTEP Australasia harus bertanggung jawab atas kebocoran minyak. Kebocoran itu telah menyebabkan kerusakan di negara tetangga.

“Operator pengeboran minyak menghadapi kasus serius yang membahayakan nyawa, lingkungan serta kehidupan petani rumput laut Indonesia,” ujarnya.