sayuran kale

Kale, sayuran hijau yang termasuk dalam jenis kubis ini, memang tengah jadi tren di kalangan masyarakat yang mengusung gaya hidup sehat di Indonesia. Kale banyak diolah sebagai cold pressed juice, salad, maupun makanan dan minuman sehat lainnya.

Tak heran memang jika sayuran ini banyak digemari, karena bayangkan saja dalam sebuah jenis tanaman saja terdapat kandungan manfaat yang sangat banyak.

Kale sendiri memang bukan sayuran asli Indonesia, namun mengandung banyak nutrisi penting untuk menurunkan kolesterol serta kaya serat yang mampu mendukung kesehatan pencernaan. Satu mangkuk kale merupakan sumber sempurna dari vitamin A, vitamin C, vitamin K, magnesium, serta sumber serat.

“Kale adalah makanan paling sehat di dunia,” ungkap Dr. Drew Ramsey, profesor asisten psikiatri klinis dari Columbia University College of Physicians & Surgeons.

Tren mengkosnumsi kale menjadi keuntungan tersendiri bagi para petani sayuran kale organik di Indonesia. Salah satu alasan petani menanam jenis sayuran ini, karena harga yang terbilang stabil. Tanaman kale organik juga memiliki waktu panen yang lebih cepat dibandingkan sayuran lainnya.

Tanaman ini hanya membutuhkan 55 hari dari masa tanam hingga panen perdana. Sedang sayur lain, seperti tomat membutuhkan waktu 3-4 bulan untuk bisa dipanen perdana.

Apalagi harga sayur ini juga lebih stabil dibandingkan lainnya, yaitu Rp 100 ribu per kilogram. Tiap dua hari sekali tanaman ini mampu menghasilkan 15-20 kilogram sayur siap jual. Praktis, dalam dua hari sekali, petani mampu menghasilkan Rp 2 juta.

Dari segi permintaan pasar, sayur ini juga masih jadi idola di masyarakat. Hal ini karena sayur kale sudah punya pasar sendiri khususnya untuk beberapa supermarket dan restoran, yang menargetkan pasar dari kalangan menengah ke atas.

Melihat hal itu, kesempatan bertani untuk sayuran kale masih sangat luas di Indonesia karena memilki potensi pasar yang stabil.