Bibit Kedaluwarsa untuk Petani
Bantuan sudah seharusnya untuk meringankan beban penerima. Pemerintah dituntut untuk lebih teliti dalam pemberian bantuan.

Suarapetani.com, Bengkulu – Alih-alih merasa senang, Sebanyak 17 poktan (kelompok tani) di Desa Arah Tiga, Lubuk Pinang, Mukomuko, Bengkulu merasa kecewa atas bantuan bibit padi dari Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu. Hal tersebut disampaikan Arianto S, ketua gabungan poktan Manjunto Bersatu, karena bibit padi sejumlah 425 Kilogram bantuan dari Dinas Provinsi Bengkulu ternyata sudah kedaluwarsa sehingga tidak dapat digunakan.

“Tercatat tanggal maksimal penanaman bibit sudah lewat atau sudah tidak berlaku lagi. Jika dipaksakan, hasilnya tidak akan maksimal, kemungkinan berhasilnya cuma 20 persen saja, ini jelas sangat merugikan,” ujar Arianto di Bengkulu (25/1/2016).

Arianto menegaskan bahwa bulan Januari 2016 ini seharusnya para petani sudah memasuki musim tanam. Dengan diberikannya bibit kedaluawarsa oleh pemerintah, otomatis para petani tidak dapat menggarap sawah mereka. Arianto merasa pemerintah melalui Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu telah mempermainkan para petani.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Irwan Eryadi mengatakan pemberian bibit kedaluwarsa itu sudah keterlaluan dan menjebak para petani yang memang membutuhkan bantuan.

“Ini harus diusut, bagaimana bisa bibit yang mau ditanam itu sudah mati label dipaksakan untuk diserahkan kepada petani, kami akan usut ini,” tegas Irwan Eryadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, Evarini, ketika dikonfirmasi mengelak dituding telah memberikan bantuan bibit kedaluwarsa kepada para petani.

“Pada saat bibit diserahkan, tanggal pada kantong bibit itu masih berlaku. Semua berita acara serah terima barang ada pada kami dan itu dilakukan bulan September lalu,” tegas Evarini.