Petani Karet Berharap Harga Tak Turun Lagi
Petani karet berharap pemerintah segera turun tangan menanggulangi harga getah karet yang terus anjlok.

Suarapetani.com, Kalimantan Barat – Harga karet yang terus turun dalam empat tahun terakhir membuat kehidupan perekonomian petani di Kapuas Hulu juga ikut turun. Rosidi, petani karet asal Kecamatan Suhaid, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mengatakan bahwa orang tua yang semula bisa mengirim uang sekolah pada anak mereka sebesar 1,5 sampai 2 juta per bulan kini hanya bisa mengirim 500 – 800 ribu per bulan.

“Harga karet sudah berkali-kali turun dalam empat tahun belakangan, dari semula harga dua puluh ribu, turun menjadi delapan belas ribu, turun lagi lima belas ribu, sepuluh ribu, delapan ribu, lima ribu dan terakhir empat ribu lima ratus per kilo getah” kata Bakir, petani karet asal Mentebah, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Penurunan harga karet tersebut membuat Bakir kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bakir menerangkan, dalam satu hari, kebun miliknya dapat menghasilkan sekitar sepuluh kilogram getah karet. Jika harga getah karet lima ribu per kilo, berarti Bakir dalam sehari mendapat lima puluh ribu rupiah dari hasil menjual getah karet.

“Jika turun hujan, jumlah getah karet yang dapat dipanen juga berkurang” tambah Bakir menjelaskan.

Rodisi berharap pemerintah segera turun tangan dan memberi solusi atas penurunan harga karet yang berangsur selama emapat tahun ke belakang ini.

“Ekonomi masyarakat sekarang sedang sakit, kami hanya bisa bertahan dari hasil karet ini” ujar Rosidi.